SI KANCIL DAN SI RAJA KERA

kancil kera

Pada zaman dahulu di alas purwa terdapat sebuah desa kecil tempat para binatang yang bernama alas bongas.

Di desa itu di huni oleh beberapa keluarga binatang.

Dan salah satunya adalah keluarga pak Kanca.

Keluarga pak kanca adalah keluarga kancil,dia hidup bersama isterinya yang bernama Cileungsi.

Pada waktu itu Cileungsi atau sebut saja bu kanca,tengah hamil tua.

Dan pada hari yang di sudah tunggu-tunggu oleh keluarga kecil itu,ahirnya lahirlah seekor bayi laki-laki yang melengkapi kebahagiaan keluarga kecil itu.

 

“Kita kasih nama siapa bu?”.Tanya pak kanca.

“Bagaimana kalau kita beri nama KANCIL saja pak?”.Jawab bu kanca.

“Lho?Bukanya itu nama jenis bangsa kita bu?Apa tidak terlalu aneh?”.Kata pak kanca heran.

“Hahaha..Kenapa harus heran pak? Nama adalah sebuah do’a..Dan ku harap dengan memberi anak kita nama Kancil,suatu saat nanti dia bisa menjadi orang besar yang membuat jenis kita selalu di ingat dari waktu ke waktu.

Lagi pula..Itu juga gabungan dari kedua nama kita..KANca dan CILeungsi,di gabung jadi KANCIL..”.Kata bu kanca.

“Hehehe..Benar juga kata mu bu.Aku setuju dengan nama itu..Yah,moga-moga saja ketika dia besar nanti dia mewarisi kecerdasan ibunya.. :) “.Kata pak kanca.

“Dan juga kelincahan dan kegesitan bapaknya.. “^_^”…”.Sambung bu kanca menimpali.

 

Dan sejak saat itu,di mulailah kehidupan si kancil yang di didik dengan kasih sayang oleh keluarganya.

Dia tumbuh menjadi kancil yang cerdas dan lincah,dan di desa kecil itu pun si kancil selalu terlihat menonjol di antara anak-anak binatang lain.

Bahkan di sekolah pun si kancil terkenal sebagai anak yang cerdas,bahkan dia selalu mendapat ranking satu.

Yah..Walau tak dapat di pungkiri dia juga sedikit nakal dan bandel karena terlalu ceroboh dan mudah penasaran.

Itu semua tak lepas dari kemampuanya membagi waktu antara bermain dan waktu belajar.

 

 

Pada suatu hari sepulang sekolah,si kancil mengajak teman-temanya untuk berjalan-jalan keluar desa.

Dia sangat penasaran dengal hal apa saja yang ada di luar desanya.

Si buny kelinci dan si ranggo tupai yang selalu menjadi teman setianya mengikutinya dari belakang.

 

“Cil..Apa kita tak terlalu jauh dari desa?Yuk kita pulang saja yuk..Aku takut..”.Kata si buny.

“iya cil..Kata ibu ku,area di luar desa tidak aman.Daerah ini di kuasai oleh para bandit yang di juluki the gorilazer..”.Kata tupai menimpali.

“Halah..Kalian gak usah takut,kan ada aku..Emangnya ada apa dengan para gorilazer itu?”.Tanya kancil.

“Mereka itu adalah kelompok kera yang suka menjarah,kadang mereka juga masuk ke desa kita.

Pimpinan mereka sangat menyeramkan,bertubuh besar dan bermata satu.

Ceritanya dia pernah tertangkap oleh pemburu dan satu matanya terkena panah,tapi dia dapat lolos.

Itulah yang membuatnya sangat di takuti dan di segani,karena sangat jarang yang bisa lolos dari pemburu hidup-hidup..”.Kata ranggo tupai menjelaskan.

“Ah..Masa? Kalo cuma lolos dari pemburu saja..Itu urusan kecil..”.

“Jaga mulut mu bocah..Kau tak tahu di mana kau berada.Ini daerah kekuasaan ku”.Tiba-tiba sebuah suara memotong perkataan kancil.

Dalam sekejap tempat itu telah di kepung para kera,dan seekor gorila melompat turun menghampiri kancil dan kawan-kawan.